Cirebon, IqtafNews. Dalam rangka memperingati Hari Santri
Nasional (HSN), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
(IQTAF) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon telah menggelar
Webinar Nasional.
Nasional (HSN), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
(IQTAF) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon telah menggelar
Webinar Nasional.
Acara yang berlangsung Via Zoom Meeting itu
mengangkat tema “Optimalisasi Khazanah Tafsir Al-Qur’an di Pesantren sebagai
Motor Moderasi Islam di Indonesia”. Sabtu, (7/11/2020).
Ketua HMJ IQTAF, Fasfah Sofhal Jamil
mengaku bahwa memang kegiatan ini sebagai upaya memperingati Hari Santri
Nasional
“Meskipun pelaksanaannya tanggal 7
November, namun masih dalam suasana dan spirit santri yang sama,”. Katanya
Dr. Hajam, M.Ag, selaku Dekan Fakultas
Ushuluddin Adab dan Dakwah mengapresiasi kegiatan ini yang telah menghadirkan
tokoh sekaliber Nasional.
“Kita kenal Zuhairi Misrawi ini cendekiawan
muslim muda, juga Prof. Syafiq dikenal peneliti dan salah satu tokoh Pimpinan Pusat
Muhammadiyah,”. Kata Hajam
Menurutnya, Menghadirkan dua tokoh dari NU
dan Muhammadiyah ini merupakan sinergi kekuatan bangsa, karena ada di ormas ini
selalu mengusung moderasi Islam yang sekarang menjadi distingsi kemanag
“Tema yang diangkatpu bagus, karena telah menjadi
kebutuhan, menjadi keniscayaan, bahwa di era milenial ini kita harus mendekati
moderasi dan menjauhi sikap ekstrimisme,”. Ujarnya
![]() |
| Ketua PP Muhammadiyah Prof. Syafiq A. Mughni saat menyampaikan materi |
“Ada banyak model penafsiran kontemporer,
bukan hanya beda dari pendekatan, sudut lain semakin beragam. Ada model full
tafsir secara keseluruhan dan ada juga parsial,” Kata Syafiq
Lebih lanjut, kata Syafiq, Kita banyak
mengenal bagaimana tafsir itu telah di kaji disiplin ilmu, salah satu
diantaranya Tafsir mushafi, atau menurut urutan pada umumnya. Dan ada pula nuzuli
atau menurut urutan turunnya
“Ada juga beberapa pendekatan tertentu, seperti
Tafsir Ahkam. Selain itu Ada juga tulisan Dawam Raharjo dengan judul
Ensiklopedi Al-Qur’an, yakni tafsir sosial berdasarkan konsep-konsep kunci, ia
banyak menggunakan ilmu sosial untuk menafsirkan,”. Ujarnya
Ia melanjutkan, Banyak ulama dari Indonesia
yang telah berkarya di bidang tafsir, salah satunya Al-Ibriz, Al-Furqon dari
Persis Bangil, Tafsir Attanwir dari Muhammadiyah, ada juga tafsir hubungan
antar Agama.
yang telah berkarya di bidang tafsir, salah satunya Al-Ibriz, Al-Furqon dari
Persis Bangil, Tafsir Attanwir dari Muhammadiyah, ada juga tafsir hubungan
antar Agama.
“Wasatiyah merupakan model mencerminkan
ajaran Islam yang original. Islam itu agama wasyatiyah, karena itu pula kita
akrab dengan istilah ini. Meskipun memang di dalam Al- Qur’an tidak disebutkan
nama pemahaman atau pemikiran tetapi karakter dalam umat Islam
![]() |
| Tokoh Muda NU Gus Mis saat menyampaikan materi moderasi |
“Memang kita hidup seperti yang dikatakan
oleh Nasr Hamid Abu Zayd bahwa kita hidup dalam peradaban Al-Qur’an,”. Kata Gus
Mis
Ia mengaku bahwa Ruh moderasi itu ada pada
Tafsir, terutama pada tafsir Surah Al-Fatihah
“Yang harus memegang Islam di Indonesia itu
orang-orang dari jurusan Tafsir Hadis. Ustad-ustad yang tampil akan diisi oleh
teman-teman sekalian,”. Katanya
Mengapa orang-orang muslim terbelakang dan
yang lain telah maju? Lanjut dia,
Alasannya karena umat Islam jauh dari peradabannya, yaitu jauh dari
peradaban Al-Qur’an.
Narasumber terakhir, Muhamad Sofi Mubarok
mengungkapkan, Hizbut Tahrir mulai menyeruak kembali, ini menjadi salah satu fenomena umat Islam di
Indonesia secara khusus.
“Hizbut Tahrir merupakan fenomena kesejarahan sirkular
umat Islam yang mengkritik hegemoni Barat lantaran menancapkan pengaruh
sekularisme agama di satu sisi, serta respons atas kejatuhan Turki ‘Utsmani,
Palestina dan pecahnya beberapa negara Timur Tengah di sisi lain,” Kata Sofi
Menurutnya, Terlihat betul HT sebagai
organisasi yabg cukup membahayakan segmentasi pemikiran umat Islam Indonesia
yang menghargai tradisi dan cinta NKRI
Pewarta: Ida Safitri
*Divisi Kominfo HMJ IQTAF
Prof. Syafiq A. Mughni, MA, Ph.D, selaku narasumber
pertama menyampaikan, tema ini guna mengakji persoalan yang penting, dalam
rangkan membangun kegidupan keagamaan yang sesuai dengang karakter ajaran Islam,
atau yang kita sebut moderasi
pertama menyampaikan, tema ini guna mengakji persoalan yang penting, dalam
rangkan membangun kegidupan keagamaan yang sesuai dengang karakter ajaran Islam,
atau yang kita sebut moderasi
Sementara itu, narasumber kedua, Gus
Zuhairi Misrawi mengatakan, Studi Al-Qur’an dan moderasi menjadi studi yang
sangat penting karena kita hidup dalam suasana kebatinan. Karena saat ini ada
pembajakan terhadap islam. Islam dibajak oleh orang-orang yang tidak
bertanggung jawab
Zuhairi Misrawi mengatakan, Studi Al-Qur’an dan moderasi menjadi studi yang
sangat penting karena kita hidup dalam suasana kebatinan. Karena saat ini ada
pembajakan terhadap islam. Islam dibajak oleh orang-orang yang tidak
bertanggung jawab


